Hari ini aku mau menceritakan pengalaman pertamaku yang hampir bersentuhan dengan maut (wuih...kyk di cerita mistis ya). Kejadian ini terjadi pada malam minggu tepatnya 29 Nov '08 pukul 21.00, pada saat hujan deras, ketika aku sedang sendirian di jalanan yang gelap. Eits....lagi-lagi ini bukan cerita mistis :-).
Saat itu, aku sedang mengendarai motor kesayanganku (karena itu emang motorku satu2nya), Vario-ku.
Aku baru pulang latihan musik. Sebenarnya aku sudah biasa menerobos hujan walaupun sudah malam, karena aku tidak suka dua kata yang namanya "menunggu sendirian". Jadi, seperti biasa, tanpa pikir panjang, aku mengambil Vario-ku dengan perlengkapan lengkap (helm & mantel). Nah, ini salah satu kebiasaan baikku. Aku selalu mengenakan helm meskipun perjalanan yang akan kutempuh sangat dekat. Bukan karena takut ditilang polisi, tetapi karena memang itu kan peraturan berkendara & yang paling penting untuk keselamatan berkendara. Sudah beberapa kali kejadian pada teman2 & saudara2ku yg kecelakaan parah karena tidak memakai helm.
Vario-ku melaju dengan kencang, meskipun hujan deras & jalanan gelap, karena aku sedang mengejar waktu & jalanan itu memang sudah sering kulalui. Jalanan yang kulalui itu penuh dengan lubang. Biasanya aku selalu berhasil melewati lubang2 itu meskipun dalam kondisi yang sama (hujan deras, gelap, & dengan kecepatan tinggi). Tapi, mungkin ini yang namanya "naas". Aku tidak melihat dua lubang besar sehingga aku masuk ke lubang itu dengan kecepatan yang tinggi.
Seketika itu juga keseimbanganku hilang. Aku & vario-ku jatuh dengan "empuknya". Aku terseret ke tengah jalan dengan posisi telungkup, sementara vario-ku terseret ke pinggir jalan yang penuh dengan rumput. Aku terdiam selama kira2 lima detik karena terkejutnya, tetapi kemudian aku langsung bangkit. Yang kuucapkan dalam hatiku hanyalah "Terima kasih Tuhan." Aku bersyukur karena tidak ada kendaraan lain yang lewat, karena bisa saja aku dilindasnya. Aku merasakan perih di beberapa bagian tubuhku, tetapi aku tidak memeriksanya. Yang terpikirkan hanyalah aku harus segera pergi dari tempat itu. Aku berjalan ke vario-ku dan berusaha untuk mengangkatnya. Tetapi ternyata agak sulit, karena vario-ku lumayan berat. Setelah vario-ku berdiri pada posisinya, aku berusaha untuk membawanya ke jalan, tapi lagi-lagi agak sulit karena menyangkut. Pada saat itu ada satu motor yang lewat dengan dua laki-laki di atasnya, yang sebelumnya kudahului. Mereka sempat berpaling ke arahku sambil melaju, tetapi mereka tidak berhenti. Yah, mungkin karena jalanan yang gelap dan sepi, mereka tidak mau menolongku, karena kadang2 ada tipuan yang dibuat oleh orang2 yang berniat jahat. Berlagak membutuhkan pertolongan padahal sebenarnya mau mengambil motor orang yang mau menolongnya, bahkan tidak segan2 nyawa juga melayang. Karena saat itu aku mengenakan mantel, mereka mungkin tidak mengenaliku sebagai wanita. Hehehe....biasanya kan kalau wanita butuh pertolongan, langsung deh para pria bersedia menolong. Itu salah satu yang kusuka sebagai wanita :-p.
Akhirnya, aku berhasil membawa vario-ku ke jalan, dan menaikinya. Ketika mesin kunyalakan, aku kembali bersyukur vario-ku masih menyala dan berdoa agar tidak terjadi apa2 pada mesinnya. Aku teringat film2 action yang pernah kutonton, kalau motor atau mobil terbalik, bisa2 meledak.
Akhirnya aku sampai di tujuan & teman2 yang melihatku langsung menolongku membersihkan luka2ku. Kembali aku bersyukur kepada Tuhan karena mereka dengan tulus menolongku. Ternyata lukaku lumayan banyak. Di punggung kaki kanan, lutut kanan, telapak tangan kanan & kiri, dan siku kiriku. Bibirku juga sedikit berdarah. Yang paling parah, di siku kiriku. Lukanya sangat dalam. Luka di kakiku tidak begitu parah karena aku mengenakan celana jeans yang sangat tebal. Kembali lagi aku bersyukur, karena kalau tidak pasti lukanya akan sangat parah.
Kukira hanya itu saja lukaku. Tetapi esoknya baru kusadari, ada memar di kaki kanan & lutut kiriku. Bahkan sampai sekarang, aku merasakan pegal dan sakit di bagian dagu, leher, punggung, dan pinggangku.
Yach....hanya satu kata yang bisa terus ku ucapkan. "Thanks o, God". Karena aku menyadari ini terjadi atas seijin-Nya. Yang pasti aku harus lebih berhati-hati dalam berkendara.
Dan semoga luka2 ini lekas sembuh. Amiiiinn......!
NB: Buat teman2 yang membaca, doakan saya ya!
Thanks.
Saat itu, aku sedang mengendarai motor kesayanganku (karena itu emang motorku satu2nya), Vario-ku.
Vario-ku melaju dengan kencang, meskipun hujan deras & jalanan gelap, karena aku sedang mengejar waktu & jalanan itu memang sudah sering kulalui. Jalanan yang kulalui itu penuh dengan lubang. Biasanya aku selalu berhasil melewati lubang2 itu meskipun dalam kondisi yang sama (hujan deras, gelap, & dengan kecepatan tinggi). Tapi, mungkin ini yang namanya "naas". Aku tidak melihat dua lubang besar sehingga aku masuk ke lubang itu dengan kecepatan yang tinggi.
Akhirnya, aku berhasil membawa vario-ku ke jalan, dan menaikinya. Ketika mesin kunyalakan, aku kembali bersyukur vario-ku masih menyala dan berdoa agar tidak terjadi apa2 pada mesinnya. Aku teringat film2 action yang pernah kutonton, kalau motor atau mobil terbalik, bisa2 meledak.
Akhirnya aku sampai di tujuan & teman2 yang melihatku langsung menolongku membersihkan luka2ku. Kembali aku bersyukur kepada Tuhan karena mereka dengan tulus menolongku. Ternyata lukaku lumayan banyak. Di punggung kaki kanan, lutut kanan, telapak tangan kanan & kiri, dan siku kiriku. Bibirku juga sedikit berdarah. Yang paling parah, di siku kiriku. Lukanya sangat dalam. Luka di kakiku tidak begitu parah karena aku mengenakan celana jeans yang sangat tebal. Kembali lagi aku bersyukur, karena kalau tidak pasti lukanya akan sangat parah.
Kukira hanya itu saja lukaku. Tetapi esoknya baru kusadari, ada memar di kaki kanan & lutut kiriku. Bahkan sampai sekarang, aku merasakan pegal dan sakit di bagian dagu, leher, punggung, dan pinggangku.
Yach....hanya satu kata yang bisa terus ku ucapkan. "Thanks o, God". Karena aku menyadari ini terjadi atas seijin-Nya. Yang pasti aku harus lebih berhati-hati dalam berkendara.
Dan semoga luka2 ini lekas sembuh. Amiiiinn......!
NB: Buat teman2 yang membaca, doakan saya ya!
Thanks.





No comments:
Post a Comment